News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Tiang Pancang Pembangunan Pasar Tempe Sangat Meragukan Kwalitasnya, Belum Digunakan Sudah Mengalami Keretakan.

Tiang Pancang Pembangunan Pasar Tempe Sangat Meragukan Kwalitasnya, Belum Digunakan Sudah Mengalami Keretakan.

 

 MEDIAPERTIWI.CO Sengkang--Proyek Pembangunan Pasar Tempe, yang terletak di wilayah kota sengkang, Kabupaten Wajo Sulawesi Selatan menelan anggaran lebih kurang Rp. 45 M dari nilai HPS yang tersedia Rp.56.678.841.600,88 yang sumber dananya dari APBN tahun anggaran 2020 mendapat sorotan dari pihak lembaga Badan Pemantau Kebijakan Publik (BPKP) Wajo.

Salah satu yang menjadi sorotan dari pihak BPKP soal pembangunan Pasar Tempe tersebut yaitu, terkait penggunaan material tiang pancang, yang sebelum digunakan atau terpasang diduga sudah mengalami keretakan, sehingga mutu material yang dipergunakan patut dipertanyakan. 

Menurut pengamatan tim teknis Lembaga BPKP kepada media ini menuturkan bahwa,  terkait penggunaan tiang pancang beton (Concrete pile),

sebelum digunakan tiang pancang tersebut ditemukan beberapa tiang pancang yang diduga sudah retak dan pada ujung pancang terlihat muncul tulangan besi, hal ini berdasarkan specifikasi dan mutu beton  pada juknis tentunya tidak layak pakai. 


"Pihak kami menyorot terkait dengan penggunaan tiang pancang beton (concrete piles), dimana sewaktu kami dari tim teknis BPKP langsung ke lokasi mendapati ada beberapa tiang pancang yang di duga sudah retak dan hal ini berdasar pada juknis tentu tidak layak pakai, "kata NR Syam” yang kental disapa dengan nama Bang Ucok saat ditemui beberapa waktu lalu. 

Ia menjelaskan, bahwa selain beberapa keretakan pada tiang pancang beton tersebut, juga terlihat tidak menggunakan besi plat pada sambungan pada masing masing ujung tiang pancang beton, yang seharusnya ada karena untuk melakukan  sambungan pada tiang pancang beton harus besi plat bertemu dengan besi plat yang akan di las.

Lebih jauh Bang Ucok menjelaskan bahwa, di lokasi Pembangunan Pasar Tempe ditemukan bahan tiang pancang beton (pile concrete) yang bermerek SBP dengan ukuran (30x30x 600) cm, terkait penggunaan tiang pancang beton dipertanyakan produk tersebut apa sudah memiliki sertifikasi, seperti halnya produk yang lain yang sudah mengantongi sertifikasi mutu Konstruksi Beton berbasis ISO 9000, hal ini sangat penting, karena bangunan pasar tersebut selain bangunan berlantai lebih dari 1 (satu) lantai  juga bangunan pasar ini berada dalam radius dekat aliran sungai, tentu Konsultan wajib memiliki dokumen hasil boring test Uji sondir (Soil Test) berapa kedalaman daya dukung tanah untuk menentukan panjang tiang pancang yang digunakan setiap titik dan dokumen perhitungan struktur sebagai bangunan publik yang nantinya banyak dikunjungi masyarakat yang tentunya volume pembebanan konstruksi harus bisa dipertanggung jawabkan baik dari  hasil perhitungan Konstruksi Konsultan Perencana, maupun Rekomendasi dari Tenaga Ahli Bangunan Gedung (TABG) yang sebelumnya dari pihak Pelaksana bermohon ke beberapa instansi terkait, sesuai PERMEN PUPR nomor 27/PRT/M/2018. Yang melibatkan beberapa tenaga ahli, mulai dari Tenaga Ahli Arsitektur, Tenaga Ahli struktur banguan, Tenaga Ahli instalatur, Tenaga Ahli Lingkungan Hidup yang didukung oleh sertfikasi keahlian masing-masing.

Dan yang lebih utama adalah menurut Bang Ucok,  Bangunan Pasar Tempe apakah sudah pernah dilakukan uji Publik yang dipresentasikan oleh Konsultan Perencana seluruh rencana gambar kerja termasuk beberapa sarana pendukung, mulai dari fasilitas parkir kendaraan, fasilitas pembuangan limbah cair dari losd basah dan limbah padat (sampah), fasilitas gardu listrik yang dapat dikontrol secara otomatis apabilah terjadi post majeure dan lebih utama adalah Sarana Penanggulangan bencana khusunya bencana Kebakaran karena tak jarang bangunan seluas lebih dari 1500 meter persegi rawan terjadi kebakaran. (TIM).

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment