Bisnis BBM Ilegal di Siwa Makin Marak Lewat Jalur Laut

Mediapertiwi,id-Wajo-SulSel-Peredaran dan pelangsir Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar secara ilegal melalui jalur Siwa menuju Tenggara kini semakin meresahkan.
Hasil pantauan lapangan Media Pertiwi di kawasan Pelabuhan Siwa, Kecamatan Pitumpanua, Kabupaten Wajo, belum lama ini, menemukan adanya dugaan aktivitas bisnis BBM ilegal yang beroperasi melalui jalur laut menuju wilayah Sulawesi Tenggara.
Pantauan Pertiwi selama beberapa hari terakhir mencatat adanya aktivitas bongkar muat BBM dalam jumlah besar yang dilakukan di luar jam operasional normal. BBM yang diduga jenis solar subsidi dan solar industri tersebut diangkut menggunakan jerigen dan tedmon berkapasitas besar, kemudian dinaikkan ke atas kapal motor dan perahu jolloro.
Modus yang terpantau, pengangkutan dilakukan pada malam hingga dini hari untuk menghindari pantauan. Kapal-kapal tersebut bertolak dari pesisir Siwa menuju arah Tenggara.
Dari informasi yang dihimpun Pertiwi di lapangan, aktivitas ini telah berlangsung cukup lama dan terorganisir. Pasokan BBM diduga diperoleh dari beberapa titik di daratan Wajo dan sekitarnya, kemudian dikumpulkan di sejumlah gudang penampungan tidak jauh dari pelabuhan sebelum dilangsir.
Salah seorang warga pesisir Siwa yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, aktivitas keluar masuk kapal pengangkut BBM tersebut sudah menjadi pemandangan biasa.
"Kalau malam sering ada kapal muat. Berangkatnya ke arah Tenggara. Sudah lama begitu," ungkapnya kepada Pertiwi.
Ironisnya, di saat aktivitas pelangsiran marak, nelayan lokal di Siwa justru sering mengeluhkan sulitnya mendapatkan BBM bersubsidi untuk melaut.
Hingga berita ini diturunkan, belum terlihat adanya penindakan di lokasi. Pertiwi masih berupaya mengkonfirmasi pihak terkait termasuk pengelola pelabuhan dan aparat pengamanan di wilayah Pitumpanua.
*Catatan Redaksi:* Hasil pantauan ini merupakan temuan jurnalistik di lapangan. Media Pertiwi membuka ruang hak jawab bagi semua pihak terkait.(Tim).
Posting Komentar