Alumni SMA Negeri Rembang Angkatan 1976, Mardiono Punya Cerita Berkesan di Reuni 50 Tahun
Mediapertiwi,id-Semarang-Reuni 50 tahun Alumni SMA Negeri Rembang, Jawa Tengah, Angkatan 1976, bukan sekadar pertemuan biasa. Di balik tawa, pelukan dan tangis haru, tersimpan begitu banyak cerita perjalanan hidup yang menarik untuk dikenang.
Salah satunya datang dari Mardiono, alumni SMA Negeri Rembang Angkatan 1976 yang memiliki cerita berkesan tentang persahabatan dan perjalanan hidup bersama teman-teman sekolahnya.
Reuni yang digelar di Resto Pesta Kebon, Jalan Veteran, Semarang, Sabtu (19/9/2026), menjadi momentum istimewa bagi Mardiono dan para alumni lainnya untuk kembali membuka lembaran kenangan yang telah tersimpan selama setengah abad.
Lima puluh tahun bukan waktu yang sebentar.
Ketika pertama kali bertemu sebagai pelajar, mereka masih berusia sekitar 19 tahun. Kini usia telah berada di kisaran 69 hingga 71 tahun.
Wajah berubah, rambut memutih dan tubuh tak lagi seperti masa muda. Namun, ketika berkumpul, suasana seakan membawa mereka kembali ke masa SMA.
Candaan lama kembali muncul. Cerita tentang masa muda kembali dibicarakan. Bahkan berbagai tingkah konyol ketika masih sekolah menjadi bahan tertawaan bersama.
Ada yang dahulu dikenal suka berkelahi, ada yang sering "ngebon" makanan di kantin, ada pula yang sibuk membicarakan kisah asmara khas anak muda.
Semua menjadi kenangan yang justru semakin terasa berharga setelah puluhan tahun berlalu.
Bagi Mardiono, pertemuan tersebut memiliki makna tersendiri. Teknologi komunikasi, khususnya telepon seluler dan WhatsApp, memang telah mempertemukan kembali para alumni secara virtual. Namun bertemu secara langsung ternyata menghadirkan suasana yang jauh berbeda.
Kenangan yang selama ini hanya tersimpan dalam foto dan percakapan grup tiba-tiba hidup kembali ketika mereka saling berhadapan.
Tidak sedikit alumni yang menangis haru. Sebab, ada teman-teman yang selama ini hanya dapat dikenang karena telah meninggal dunia.
Para alumni juga datang dari berbagai daerah, seperti Jakarta, Medan, Surabaya dan Makassar. Bahkan ada teman sebangku mereka, Suroso, yang datang dari Belanda khusus untuk menghadiri reuni tersebut.
Perjalanan hidup para alumni pun beragam. Ada yang kemudian menjadi pejabat tinggi, Letnan Jenderal, Laksamana Muda, profesor dan doktor, dosen, Dirjen, pengacara, konsultan hukum, notaris, akuntan hingga pengusaha.
Namun ada pula yang menjalani kehidupan sebagai petani dan nelayan, serta mereka yang kehidupannya berjalan sederhana.
Bagi Mardiono dan para alumni, perbedaan tersebut tidak lagi menjadi sekat.
Setelah memasuki masa pensiun, pangkat dan jabatan tidak lagi menjadi pembeda. Semua duduk bersama sebagai sahabat lama.
Mereka tertawa bersama, mengenang masa lalu dan menikmati waktu yang mungkin tidak akan mudah terulang kembali.
Reuni 50 tahun itu sekaligus menjadi pengingat bahwa perjalanan hidup manusia sangat panjang dan penuh warna. Ada keberhasilan, ada kesulitan, ada perpisahan dan ada pula kehilangan.
Namun di antara semuanya, persahabatan yang dibangun sejak bangku sekolah ternyata mampu bertahan melewati perubahan zaman.
Bagi Mardiono, pertemuan tersebut bukan sekadar reuni, melainkan kesempatan untuk kembali merasakan masa muda yang pernah dilalui bersama.
Lima puluh tahun telah berlalu. Mereka mungkin tidak lagi muda, tetapi kenangan sebagai anak SMA Negeri Rembang Angkatan 1976 tetap hidup—dan itulah cerita yang tidak akan mudah dilupakan.
Pada akhirnya, reuni 50 tahun bukan hanya tentang bertemu dan mengenang masa lalu. Ini tentang menyadari bahwa waktu telah membawa setiap orang pada jalan hidup yang berbeda. Ada yang pernah menjadi pejabat, jenderal, profesor, pengusaha, petani, nelayan, bahkan ada yang telah lebih dahulu dipanggil Tuhan.
Namun ketika kembali duduk bersama, semua perbedaan itu seakan hilang. Mereka kembali menjadi sahabat yang pernah tertawa, bercanda dan berjuang bersama di bangku SMA.
Mardiono dan kawan-kawan membuktikan, waktu boleh memisahkan, usia boleh menua, tetapi persahabatan dan kenangan indah tidak pernah mengenal kata pensiun.(Sup).


Posting Komentar