News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Mengenang Hari Kartini 21 April Perempuan Cantik. Secantik Imannya

Mengenang Hari Kartini 21 April Perempuan Cantik. Secantik Imannya


Penulis : Abrar Mattalio

Mediapertiwi,id-Raden Adjeng Kartini lahir pada 21 April 1879 di Jepara, Jawa Tengah. Ia lahir dalam keluarga priyayi atau bangsawan Jawa. Ayahnya, Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat, adalah seorang Bupati Jepara pada tahun 1880. Ibunya, Mas Ajeng Ngasirah, bukanlah bangsawan, yang menyebabkan Kartini tidak bisa mendapatkan hak istimewa sepenuhnya pada awalnya.

Setiap 21 April, bangsa ini mengenang sosok Raden Ajeng Kartini. Bukan sekadar perayaan seremonial, Hari Kartini adalah momen untuk merenungi makna perjuangan perempuan Indonesia. Kartini tidak hanya melawan kebodohan dengan pena dan buku, tapi juga menanamkan nilai bahwa kecantikan sejati perempuan lahir dari akal yang cerdas, hati yang berani, dan iman yang kokoh.

Kartini menulis, "Habis gelap terbitlah terang." Kalimat itu bukan cuma puitis, tapi bukti bahwa perempuan bisa menjadi cahaya di tengah kegelapan zaman. Ia menolak dipenjara oleh tradisi yang membatasi ruang gerak perempuan. Ia percaya, perempuan berhak mengenyam pendidikan, bersuara, dan menentukan jalan hidupnya sendiri. Itulah cantik yang sesungguhnya: berani bermimpi dan berjuang.

Hari ini, tantangan perempuan mungkin berbeda, tapi esensinya sama. Cantik bukan lagi soal bedak dan kebaya saja. Perempuan cantik adalah ia yang menjaga kehormatan dirinya, yang cerdas memilih mana yang baik dan buruk, yang tidak mudah goyah oleh tren sesaat. Secantik imannya — karena imanlah yang menjaga langkah, menuntun lisan, dan menguatkan hati saat badai datang.

Kartini tidak meminta kita jadi dirinya. Ia ingin tiap perempuan jadi versi terbaik dari dirinya sendiri. Menjadi ibu yang mendidik anaknya dengan kasih, menjadi guru yang mencerdaskan bangsa, menjadi pemimpin yang adil, menjadi pengusaha yang jujur. Semua peran itu jadi indah bila dibalut dengan iman. Sebab iman melahirkan akhlak, dan akhlak adalah mahkota terbaik perempuan.

Maka di Hari Kartini ini, mari kita maknai kecantikan dengan lebih dalam. Bukan melulu soal paras, tapi soal prinsip. Bukan hanya soal penampilan, tapi soal perjuangan. Jadilah perempuan yang cantik luar-dalam, pikirannya terang, hatinya lapang, dan imannya benderang. Seperti Kartini, yang namanya abadi bukan karena wajahnya, tapi karena cahaya iman dan ilmunya yang terus menyinari generasi. 

Selamat Hari Kartini untuk seluruh perempuan Indonesia. Jadilah cantik, secantik imanmu. (Abrar).

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar