News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Jasa Raharja Catat Penurunan Angka Kecelakaan Lalu Lintas pada Periode Siaga Idul Fitri 2026

Jasa Raharja Catat Penurunan Angka Kecelakaan Lalu Lintas pada Periode Siaga Idul Fitri 2026


Mediapertiwi,id-Jasa Raharja mencatat adanya penurunan angka kecelakaan lalu lintas selama periode Siaga Lebaran 2026 yang berlangsung pada 13–22 Maret 2026. Data tersebut menunjukkan tren positif dalam upaya peningkatan keselamatan transportasi, khususnya dalam momen mudik dan arus balik.

Berdasarkan data yang dihimpun bersama Korlantas Polri, jumlah kecelakaan lalu lintas pada periode tersebut tercatat sebanyak 2.119 kejadian, menurun sekitar 2% dibandingkan periode yang sama pada Siaga Lebaran 2025 yang mencapai 2.179 kejadian.

Dari sisi korban, total korban kecelakaan pada periode Siaga Lebaran 2026 tercatatsebanyak 3.597 orang, juga mengalami penurunan sekitar 2% dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 3.684 orang. Penurunan signifikan terlihat pada jumlah korban meninggal dunia yang tercatat sebanyak 190 orang, turun 28% dari tahun sebelumnya sebanyak 266 orang. Sementara itu, korban luka-luka tercatat sebanyak 3.407 orang, relatif stabil dengan penurunan tipis sebesar 0,3%.

Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, menyampaikan bahwa penurunan jumlah kecelakaan lalu lintas pada periode Siaga Lebaran 2026 merupakan hasil dari kombinasi beberapa faktor utama.

“Pertama, adanya penguatan manajemen rekayasa lalu lintas yang dilakukan oleh Korlantas Polri, termasuk pengaturan arus mudik yang lebih terdistribusi. Kebijakan work from anywhere yang telah diumumkan pemerintah jauh hari sebelumnya juga memberikan dampak signifikan dalam membantu pemerataan arus mudik tahun ini,” ujarnya.

Yang kedua, lanjut Awaluddin, adanya peningkatan kesiapan infrastruktur, baik jalan tol maupun jalan arteri, serta fasilitas pendukung seperti rest area, Pos Pelayanan Terpadu yang turut membantu mengurangi tingkat kelelahan pengemudi selama perjalanan mudik.

Ketiga, intensifikasi kampanye keselamatan transportasi yang dilakukan oleh Kementerian Perhubungan, Korlantas Polri, dan seluruh stakeholder, termasuk Jasa Raharja, menurutnya juga memberikan kontribusi nyata. “Selain itu, kami juga melihat adanya peningkatan kesadaran masyarakat untuk berkendara secara lebih tertib dan berhati-hati,” tutup Awaluddin.

Hingga saat ini, kecelakaan lalu lintas masih didominasi oleh kendaraan roda dua (R2), yang umumnya disebabkan oleh faktor kelelahan akibat kurangnya waktu istirahat, serta rendahnya kepatuhan dalam menjaga jarak aman. 

Kondisi ini menjadi perhatian serius karena tingginya risiko fatalitas yang ditimbulkan. Oleh karena itu, BUMN dan Danantara bersama 96 BUMN, termasuk Jasa Raharja, terus mendorong penurunan angka kecelakaan R2 melalui berbagai upaya preventif, salah satunya dengan mengalihkan ke moda transportasi umum yang lebih aman melalui program Mudik Gratis. Ke depan, diharapkan masyarakat semakin sadar untuk mengutamakan keselamatan dengan memilih moda transportasi yang lebih aman serta tetap disiplin dalam berkendara.

Lebih dari sekadar capaian angka, setiap penurunan fatalitas mencerminkan hadirnya negara dalam melindungi warganya. Jasa Raharja meyakini bahwa keselamatan adalah tanggung jawab bersama, dan setiap nyawa yang terselamatkan merupakan wujud nyata dari pelayanan yang humanis, responsif, dan berkelanjutan.

Komitmen tersebut turut diperkuat melalui implementasi Zero Pending Claim, sebagai upaya memastikan setiap hak santunan korban kecelakaan dapat diselesaikan secara cepat, tepat, dan tanpa penundaan. Hingga 22 Maret, Jasa Raharja telah menyalurkan santunan sebesar Rp9,5 miliar kepada 190 korban/ahli waris, sebagai wujud nyata kehadiran negara di saat yang paling dibutuhkan.

Semangat tersebut sejalan dengan komitmen menghadirkan Mudik Nyaman Bersama dan Lebaran Nyaman Bersama, sebagai upaya menghadirkan perjalanan yang tidak hanya selamat, tetapi juga memberikan rasa aman dan ketenangan bagi seluruh masyarakat.

3.712 Surat Jaminan Diterbitkan, Jasa Raharja Pastikan Kemudahan Penanganan Korban Kecelakaan di Masa Idulfitri 2026.

Dalam rangka Siaga Idulfitri 2026, Jasa Raharja terus memastikan pelayanan kepada korban kecelakaan lalu lintas berjalan cepat dan tepat.

Komitmen tersebut ditegaskan melalui kunjungan Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, ke RS dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi pada Rabu (25/3/2026) guna meninjau langsung pelayanan kepada korban kecelakaan.

Kunjungan ini merupakan bagian dari langkah proaktif perusahaan dalam memastikan seluruh korban kecelakaan mendapatkan penanganan optimal sejak awal kejadian,termasuk melalui percepatan jaminan pembiayaan dengan penerbitan guarantee letter (GL) secara cepat dan terintegrasi di fasilitas kesehatan.

Sebagai instrumen utama pelayanan, GL berperan memastikan korban kecelakaan dapat segera memperoleh penanganan medis tanpa hambatan administratif. Melalui integrasi sistem digital antara Jasa Raharja, rumah sakit, dan kepolisian, proses verifikasi hingga penerbitan GL kini dapat dilakukan secara lebih cepat dan akurat, sehingga mempercepat respons penanganan korban di fase kritis.

Berdasarkan data internal Jasa Raharja, selama periode 13–24 Maret 2026, Jasa Raharja mencatat sebanyak 3.712 penerbitan GL, menunjukkan optimalisasi layanan berbasis digital yang semakin memperkuat kecepatan dan ketepatan penjaminan korban kecelakaan.

Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, menegaskan bahwa kecepatan pelayanan menjadi faktor kunci dalam meningkatkan peluang keselamatan korban.

“Kehadiran kami di rumah sakit adalah untuk memastikan bahwa korban mendapatkan jaminan pelayanan tanpa kendala, sehingga fokus utama tetap pada penanganan medis. Dengan sistem yang semakin terintegrasi, proses penjaminan dapat dilakukan lebih cepat, sehingga mempercepat penanganan korban, khususnya pada kondisi kritis,” ujarnya.

Selain memastikan pelayanan di rumah sakit, Jasa Raharja juga terus memantau perkembangan data kecelakaan secara nasional. Berdasarkan data Korlantas Polri, pada periode 13–24 Maret 2026 tercatat sebanyak 2.607 kejadian kecelakaan dengan total 4.769 korban, yang terdiri dari 228 korban meninggal dunia dan 4.541 korban luka-luka.

Tahun ini Jasa Raharja mencatat jumlah kecelakaan mengalami penurunan sekitar 2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dan terdapat penurunan signifikan pada tingkat fatalitas, di mana jumlah korban meninggal dunia sebesar 28%.

Awaluddin menambahkan bahwa penurunan fatalitas ini tidak terlepas dari peran kecepatan penanganan korban yang didukung oleh sistem yang semakin terintegrasi.

“Penurunan fatalitas menunjukkan bahwa kecepatan penanganan korban, termasuk melalui penerbitan GL yang lebih cepat dan sistem yang terintegrasi, telah memberikan dampak positif dalam meningkatkan peluang keselamatan korban kecelakaan,” tambahnya.

Melalui Siaga Idulfitri 2026, Jasa Raharja menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pelayanan terbaik kepada masyarakat, tidak hanya melalui penyaluran santunan, tetapi juga melalui transformasi digital dan penguatan kolaborasi dengan rumah sakit serta instansi terkait.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam mendukung sistem transportasi yang lebih berkeselamatan, sekaligus memastikan kehadiran negara dalam melindungi masyarakat di setiap fase penanganan kecelakaan.(Sup) .

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar