Pembangunan Koperasi Merah Putih di Wajo. Proyek Tanpa Transparansi
Mediapertiwi,id-Wajo-SulSel-Pembangunan Kantor Koperasi Merah Putih di Kabupaten Wajo menuai sorotan karena kurangnya transparansi terkait anggaran dan identitas pelaksana proyek. Menurut Aktivis Lembaga Masyarakat Anti Penyalahgunaan Jabatan (LMAPJ) Sulsel, Hermanto Broncong, hal ini perlu diungkapkan kepada publik untuk memastikan tidak ada penyimpangan.
Pembangunan fisik Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) tidak bersumber langsung dari APBN, melainkan melalui skema pembiayaan pinjaman dari Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), yaitu BRI, BNI, Mandiri, BTN, dan BSI. Setiap unit Koperasi Merah Putih dapat memperoleh pembiayaan maksimal Rp3 miliar dengan jangka waktu pengembalian enam tahun.
Pinjaman ini, yang didukung melalui PMK Nomor 63 Tahun 2025, ditujukan untuk mempercepat pembangunan gerai, pergudangan, dan kelengkapan koperasi.
PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) ditunjuk sebagai pelaksana pembangunan fisik Koperasi Merah Putih berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 17 Tahun 2025.
"Kami sangat mengecam pembangunan kantor Koperasi Merah Putih yang tidak transparan. Ini adalah proyek rakyat, maka harus ada transparansi," kata Hermanto Broncong yang di mintai tanggapannya Minggu (22/02/26).
"Kami menuntut pihak pengelola untuk segera memasang papan proyek dan memberikan informasi yang jelas tentang pembangunan ini," tambahnya.
"Kami sangat prihatin dengan pembangunan kantor Koperasi Merah Putih yang tidak transparan. Kami akan terus memantau dan mengawasi proyek ini," kata Hermanto.
Tidak adanya papan proyek yang menampilkan informasi tentang proyek, anggaran, dan pelaksana proyek, merupakan pelanggaran terhadap Undang-Undang No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam penggunaan anggaran. Untuk itu pihak pelaksana proyek diharapkan dapat memberikan informasi yang jelas dan transparan terkait pembangunan kantor Koperasi Merah Putih.
Hingga berita ini ditayangkan, redaksi belum berhasil mendapatkan konfirmasi dari pihak pelaksana proyek terkait masalah ini. Redaksi membuka ruang klarifikasi bagi pihak pelaksana proyek untuk memberikan penjelasan terkait masalah ini. Kami siap menerima tanggapan dan klarifikasi dari pihak terkait. (Tim).

Post a Comment