News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Dirreskrimum Polda Metro Mengungkap sepanjang tahun 2025 terdapat 250 kasus dengan 348 tersangka

Dirreskrimum Polda Metro Mengungkap sepanjang tahun 2025 terdapat 250 kasus dengan 348 tersangka

 MediaPertiwi,id-Jakarta-Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya mengungkap sebanyak 250 kasus premanisme selama kurun waktu tahun 2025.

"Penegakan hukum premanisme, sepanjang tahun 2025 terdapat 250 kasus dengan 348 tersangka," kata Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Polisi Iman Imanuddin.

Iman saat memaparkan data di Rilis Akhir Tahun 2025 Polda Metro Jaya di Balai Pertemuan Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu, menyebutkan, dampak positif yang diharapkan dari penindakan hukum terhadap premanisme, yakni terciptanya lingkungan yang lebih aman dan nyaman terutama di ruang ruang publik.

"Ini yang kita harapkan dengan terciptanya iklim keamanan kondusif maka roda perekonomian Jakarta akan berputar dengan baik," katanya.Selain itu, pada tahun 2025, Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya menyebutkan, ada 93 keadilan restoratif (restorative justice) yang telah dilakukan. Hal tersebut mengalami kenaikan apabila dibandingkan dengan tahun 2024 sebanyak 3,91 persen.

"Ini merupakan salah satu bentuk yang terjadi di masyarakat sudah muncul kesadaran tentang penggunaan 'restorative justice' sebagai salah satu mekanisme perkara di luar Pengadilan," katanya.

Pihaknya sedang melakukan pembentukan ruang ruang "restorative justice" pada seluruh jajaran Reserse Kriminal (Reskrim) di seluruh wilayah hukum Polda Metro Jaya.

"Karena 'restorative justice' dan 'restorative policing' merupakan pendekatan penyelesaian perkara pidana yang melibatkan pelaku, keluarga korban dan pihak terkait.Misalnya tokoh masyarakat untuk bersama-sama mencari penyelesaian yang adil guna memulihkan kerugian korban, memperbaiki hubungan sosial yang rusak dan menyadarkan pelaku agar tidak mengulangi perbuatannya.

Di samping penegakan hukum secara berimbang, tegas dan humanis, pihaknya terus mengakselerasi edukasi kesadaran hukum terhadap masyarakat Jakarta.

"Hal ini kami maksudkan untuk meningkatkan partisipasi aktif masyarakat bersama-sama dengan Polri dengan pemda dengan TNI dan semua unsur terkait agar bersama-sama menjaga Jakarta," kata Iman.Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Asep Edi Suheri dan digelar di Gedung Balai Pertemuan Metro Jaya (BPMJ), Jakarta Selatan, dengan dihadiri para pejabat utama Polda Metro Jaya, seluruh Kapolres jajaran, serta tamu undangan.

‎Rilis akhir tahun ini disampaikan untuk memberikan gambaran menyeluruh mengenai capaian kinerja kepolisian sepanjang tahun 2025, khususnya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukum DKI Jakarta dan sekitarnya.

‎Dalam paparannya, Kapolda Metro Jaya menjelaskan bahwa sepanjang 2025 Polda Metro Jaya menjalankan penegakan hukum secara tegas, profesional, dan humanis guna merespons tantangan kamtibmas yang semakin kompleks.

‎Menurutnya, kondisi tersebut menuntut kepolisian untuk terus beradaptasi, berinovasi, serta memperkuat sinergi dengan masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan.

‎Selain penegakan hukum, Polda Metro Jaya juga berperan dalam mendukung program nasional, khususnya penguatan ketahanan pangan sebagai bagian dari implementasi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto menuju Indonesia Emas 2045.

‎Dukungan tersebut diwujudkan melalui gerakan pangan murah, penanaman jagung di berbagai wilayah, serta pendirian Sentra Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk menunjang program Makan Bergizi Gratis (MBG).

‎Di bidang penegakan hukum, Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) mencatat penyelesaian perkara mencapai 109 persen dari target sepanjang 2025, yang menunjukkan intensifikasi penanganan kejahatan konvensional yang berdampak langsung pada rasa aman masyarakat.

‎Sementara itu, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) berhasil mengungkap 58 persen perkara yang ditangani.

‎Salah satu pengungkapan menonjol adalah sindikat internasional impor pakaian bekas ilegal, di mana penyidik membekukan aset terkait Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) senilai Rp22 miliar.

‎Di bidang kejahatan siber, Direktorat Reserse Siber (Ditreskrimsiber) bersama pemangku kepentingan melakukan penindakan dan pencegahan kejahatan digital, termasuk pemblokiran situs judi online serta pengungkapan penipuan daring seperti modus love scam, guna menciptakan ruang digital yang aman dan sehat.

‎Adapun Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya mencatat kinerja signifikan dengan penyitaan barang bukti narkotika seberat 3,2 ton sepanjang tahun 2025. Dari pengungkapan tersebut, diperkirakan 10.164.673 jiwa berhasil diselamatkan dari potensi penyalahgunaan narkoba.

‎Menutup rilis akhir tahun, Kapolda Metro Jaya menegaskan bahwa seluruh capaian kinerja sepanjang 2025 akan dijadikan bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian ke depan.

‎Polda Metro Jaya berkomitmen terus memperkuat profesionalisme, transparansi, serta kehadiran polisi di tengah masyarakat demi keamanan berkelanjutan dan dukungan terhadap pembangunan nasional.(Sup). 


Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar