News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Proyek Madrasah di Wajo Dituding Tidak Transparan

Proyek Madrasah di Wajo Dituding Tidak Transparan


Pekerja tidak pakai K3

Mediapertiwi,id-Wajo-SulSel-Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Propinsi Sulsel yang dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Sulsel, dituding berbau korupsi. Proyek yang berlokasi di 8 ruas di wilayah Kabupaten berbeda, termasuk MTsN Wajo, Kabupaten Wajo. Hasil pantauan media ini di lokasi proyek para pekerjanya tidak terlihat memenuhi standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3) serta tidak jelas lokasi direksi keetnya.

Abrar Mattalioe, Bupati LSM Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Wajo, menyatakan bahwa proyek ini patut diduga ada penyimpangan. "Pekerja di lokasi proyek tidak menggunakan septi atau K3, ini sangat berbahaya bagi keselamatan mereka. Selain itu, tidak jelas lokasi direksi keetnya, ini menunjukkan bahwa proyek ini tidak transparan," ujar Abrar.

Proyek ini dikerjakan oleh PT. Fikri Bangun Persada dengan nilai kontrak anggaran sebesar 20 Miliar lebih, dengan masa kerja 210 hari kalender dan masa pemeliharaannya 180 hari kalender. Konsultan pengawas PT Gunung Giri Engineering Consultan KSO PT Darmasraya Mitra Amerta, dengan sumber dana tahun APBN 2025 dan APBN 2026. Dengan 8 ruas pekerjaan di sejumlah kabupaten yakni, MTSN Takalar, MIN Jeneponto, MTsN 4 Jeneponto, MTsn Wajo, MAN Pinrang, MTsN Luwu Utara , MAN Luwu Timur dan MTsN 4 Enrekang.

Abrar meminta aparat hukum untuk turun memantau proyek ini dan melakukan investigasi terhadap dugaan penyimpangan. "Kami minta aparat hukum untuk segera turun tangan dan melakukan audit terhadap proyek ini. Kami tidak ingin ada korupsi yang merugikan negara dan masyarakat," tegas Abrar.

MTsN Wajo sendiri merupakan salah satu sekolah yang terdampak proyek ini, berlokasi di Jl Poros Palopo - Makassar, Bolabakka Kelurahan Bulete Kecamatan Pitumpanua, Wajo. Masyarakat Wajo berharap agar proyek ini dapat diselesaikan dengan baik dan transparan, serta tidak ada penyimpangan yang merugikan negara dan masyarakat.

Abrar juga mengajak masyarakat Wajo untuk bersama-sama mengawasi proyek ini dan melaporkan jika ada penyimpangan. "Kami akan terus memantau proyek ini dan melaporkan jika ada penyimpangan kepada aparat hukum," pungkas Abrar. 

Hingga berita ini tayangkan pihak pelaksana proyek tersebut  belum berhasil di konfirmasi.

Redaksi membuka ruang seluas-luasnya bagi pihak terkait untuk memberikan klarifikasi atau tanggapan sebagai wujud asas keberimbangan dan akurasi informasi dalam pemberitaan.

(Tim).

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar